Rabu, 28 Juli 2021

LANGKAH AWAL MENUJU KELAS IMPIAN

Latar belakang

Pembelajaran saat ini karena adanya covid 19 (Corona Virus Disease) maka pembelajaran sangat tidak efisien dan dan tidak dapat bertatap muka secara langsung antara guru, siswa dan teman-temannya. Oleh karna itu karena pandemi covid 19 ini siswa diminta belajar dirumah dengan menggunakan daring media sosial (online). Sehingga dalam pembelajarannya banyak siswa yang mengeluh tertinggal materi pembelajarannya, dan tidak bisa mengerjakan soal-soal yang telah diberikan oleh guru. Karena buku-buku dan bahan ajar yang disediakan oleh sekolah belum mendukung proses pembelajaran daring saat ini, dan disaat seperti ini di tempat-tempat tertentu banyak guru yang hanya mengandalkan buku paket yang disediakan sekolah menjadi satu-satunya bahan ajar yang digunakan. Seluruh proses pembelajaran sepenuhnya mengacu pada buku paket. Namun buku paket tersebut memiliki beberapa kekurangan.

Selain keterbatasan bahan ajar kemampuan guru menggunakan teknologi pun dirasa kurang baik, oleh karena itu banyak guru yang hanya mengandalkan grup whatsapp saja untuk memberikan materi. Sehingga dalam proses pembelajaran daring ini siswa merasa sangat jenuh dan membosankan. . Terdapat tiga komponen utama dalam pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan yaitu guru, siswa, dan proses pembelajaran. Bagaimana proses pembelajaran tidak akan efektif jika salah satu komponen tersebut tidak ada. Misalnya di kelas hanya ada guru dan proses pembelajaran, lalu siapa yang belajar? Maka dari itu cukup jelas bahwa komponen tersebut wajib ada (Dwirahayu & Nursida, 2016).

Dari pernyataan di atas maka dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran perlu juga di tinjau dari sisi guru, dengan cara mengetahui dan menganalisis sejauh mana guru tersebut menguasai metode pengajaran, menguasai materi pembelajaran, memahami psikologi perkembangan peserta didik, memahami teori belajar dan pembelajaran, serta mampu mengaplikasikannya atau mempraktikannya dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.

Dibalik peranan seorang guru, ada pula faktor pendukung lainnya yaitu proses pembelajaran atau kurikulum pembelajaran. Di era globalisasi seperti ini tidaknya hardskill yang diperlukan, namun siswa perlu juga mengembangkan kemampuan softskillnya. Sebagaimana kita ketahui bahwasannya pembinaan karakter dan menumbuhkan karakter-karakter yang  baik merupakan salah satu aspek dalam pembentukan softskill itu sendiri. Namun dimasa pandemi seperti sekarang ini berdasarkan hasil wawancara dari beberapa guru diketahui bahwa sulit untuk mengetahui perkembangan dari pembinaan karakter itu sendiri, karena keterbatasan jarak dan lingkup sehingga menyulitkan guru untuk melihat langsung pengembangan dari karakter siswa. Lalu, bagaimanakah cara untuk dapat mengatasi ini semua sehingga dalam pembelajaran guru tetap bisa menanamkan budaya-budaya positif?

Langkah awal menuju kelas impian

Kelas impian adalah sebuah kelas yang didalamnya berisikan semua hal yang kita impikan mulai dari suasana kelasnya, kondisi kelasnya, teman-teman didalamnya begitu pun dengan guru-guru impian didalamnya. Dengan terciptanya kelas impian itu semua bisa menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan belajar itu sendiri. Tujuan belajar yang baik akan mencakup berbagai aspek didalamnya tidak hanya kecakapan dalam keilmuan, namun kecakapan dalam nilai-nilai kehidupan termasuk menanamkan budaya-budaya positif.

Salah satu langkah awal dalam menuju kelas impian yaitu dengan membuat kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru dan murid diawal pembelajaran yang bertujuan untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang diperlukan demi menciptakan kelas impian dan menyepakati secara bersama-sama tanpa paksaan sehingga dalam penerapannya siswa dan guru akan melaksanakannya dengan hati yang senang dan bahagia. Sehingga semuanya dapat dijalankna dengan baik secara alamiah.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas, antara lain:

v  Membuat perjanjian tatap maya dengan siswa dijam pelajaran yang diampu.




Membuat link pertemuan, media yang digunakan yaitu dengan google meet

v  Melakukan kegiatan pembuka atau pendahuluan seperti salam, membaca doa, mengecek kehadiran, pemberian motivasi belajar diawal pertemuan.



v  Pemberian motivasi belajar diawal ini disisipkan tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai kedepannya dan mengaitkannya dengan merdeka belajar.

v  Mengenalkan dan menjelaskan profil belajar pancasila, dengan cara meminta anak untuk menyimak informasi dari video yang dibagikan melalui link berikut : https://youtu.be/8YM4oUYPQCs

v  Mengaitkan profil pelajar pancasila dengan proses pembelajaran yang telah dilakukan, yaitu meminta siswa untuk memberikan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan selama setahun kemarin. Pertama siswa diminta untuk mengungkapkan apa yang sudah baik dan perlu dilanjutkan di pembelajaran pada jenjang kemarin?, setelah itu siswa diminta untuk memberikan pendapat tentang apa-apa saja yang perlu diperbaiki dan kurang pada proses pembelajaran setahun kemarin? Setelah mengungkapkan pendapatnya siswa diajak untuk membuat kesepakatan kelas bersama demi tercapainya proses pembelajaran yang lebih baik.

v  Memberikan siswa beberapa pertanyaan pemancinng untuk mencapai kesepakatan kelas, pertanyaannya antara lain yaitu: seperti apa kelas impianmu, kondisi kelas impian, teman-teman kelas impian, dan juga guru impianmu.

v  Pertanyaan itu dimuat dalam jamboard, yang dapat diisi oleh siswa. Bagi siswa-siwa yang tidak dapat mengakses jamboard meraka dapat menulisnya dalam kolom pesan googlemeet, dan nanti guru yang membantu memindahkannya dalam jamboard. Berikut adalah beberapa fotonya






v  Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan pemancing siswa dibimbing untuk membuat kesepakatan kelas yang akan dilaksanakan bersama-sama tanpa paksaan.

v  Berikut adalah hasil kesepakatan kelas yang telah dibuat dan disepakati



v  Setelah itu membacakan lagi kesepakatan kelas yang telah dibuat. Untuk benar-benar diresapi dan dipahami.

v  Di akhir pembelajaran guru menyampaikan fungsi dan kegunaan kesepakatan kelas sebagai bagian ikhtiar bersama untuk mencapai kelas impian. Dan memberi motivasi serta semangat awal agar guru dan siswa bisa melaksanakan kepepakatan itu dengan baik.

v  Mengucapkan terimakasih, dan mengingatkan siswa agar terus menjaga kesehatan serta menyampaikan materi yang akan dibahas dipekan selanjutnya.

v  Selesai

PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN

Tantangan:

§  Memancing siswa untuk dapat memberikan pendapat serta mau menjawab pertanyaan-pertanyaan pemancing untuk mencapai kelas impian

§  Kendala jaringan pada anak, sehingga ada beberapa anak yang masuk terlambat

§  Menyamakan tujuan dan persepsi untuk membuat kesepakatan kelas.

Ketercapaian:

Ø  Semua murid dapat ikut dalam kegiatan diawal pembelajaran ini yaitu membuat kesepakatan kelas, walau ada yang terlambat karena masalah jaringan.

Ø  Semua murid sepakat dan senang atas kesepakatan yang disepakati. Karena menurut mereka itulah yang menjadi kunci terciptanya proses pembelajaran yang menyenangkan dan adil bagi semua.

Ø  Murid dapat bersikap kooperatif, aktif dan menerima dengan lapang dada semua yang menjadi masukan dan kesepakatan kelas.

Ø  Semua peserta meet mendapatkan pelajaran berharga yaitu bersikap menerima masukan orang lain, dan belajar menyamakan tujuan.

Kegagalan:

Masih ada murid yang merasa tak terima karena pendapatnya disempurnakan dengan kalimat yanng lebih baik oleh temannya. Tetapi setelah menerima nasehat, pengarahan dan dengan pendekatan yang baik siswa tersebut dapat menerimanya.

Rencana perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang

Rencana perbaikan yang akan dilakukan mengingat beragam keterbatasan yang, ada maka :

ü  Membuat dan mengambil lebih banyak dokumentasi dalam pertemauan seperti ini.

ü  Mencari strategi terlebih dahulu untuk dapat meancing siswa dapat terlibat aktif dalam pemberian pendapat. Sehingga semakin banyak pendapat semakin banyak pilihan kesepakatan.