Latar belakang
Pembelajaran saat ini karena adanya
covid 19 (Corona Virus Disease) maka pembelajaran sangat tidak efisien dan dan
tidak dapat bertatap muka secara langsung antara guru, siswa dan
teman-temannya. Oleh karna itu karena pandemi covid 19 ini siswa diminta
belajar dirumah dengan menggunakan daring media sosial (online). Sehingga dalam
pembelajarannya banyak siswa yang
mengeluh tertinggal materi pembelajarannya, dan tidak bisa mengerjakan
soal-soal yang telah diberikan oleh guru. Karena buku-buku dan bahan ajar yang
disediakan oleh sekolah belum mendukung proses pembelajaran daring saat ini,
dan disaat seperti ini di tempat-tempat tertentu banyak guru yang hanya
mengandalkan buku paket yang disediakan sekolah menjadi satu-satunya bahan ajar
yang digunakan. Seluruh proses pembelajaran sepenuhnya mengacu pada buku paket.
Namun buku paket tersebut memiliki beberapa kekurangan.
Selain keterbatasan
bahan ajar kemampuan guru menggunakan teknologi pun dirasa kurang baik, oleh karena
itu banyak guru yang hanya mengandalkan grup whatsapp saja untuk memberikan
materi. Sehingga dalam proses pembelajaran daring ini siswa merasa sangat jenuh
dan membosankan. . Terdapat tiga
komponen utama dalam pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan yaitu guru,
siswa, dan proses pembelajaran. Bagaimana proses pembelajaran tidak akan efektif
jika salah satu komponen tersebut tidak ada. Misalnya di kelas hanya ada guru
dan proses pembelajaran, lalu siapa yang belajar? Maka dari itu cukup jelas
bahwa komponen tersebut wajib ada (Dwirahayu & Nursida, 2016).
Dari
pernyataan di atas maka dapat dikatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
perlu juga di tinjau dari sisi guru, dengan cara mengetahui dan menganalisis
sejauh mana guru tersebut menguasai metode pengajaran, menguasai materi
pembelajaran, memahami psikologi perkembangan peserta didik, memahami teori
belajar dan pembelajaran, serta mampu mengaplikasikannya atau mempraktikannya
dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.
Dibalik peranan
seorang guru, ada pula faktor pendukung lainnya yaitu proses pembelajaran atau
kurikulum pembelajaran. Di era globalisasi seperti ini tidaknya hardskill yang
diperlukan, namun siswa perlu juga mengembangkan kemampuan softskillnya. Sebagaimana
kita ketahui bahwasannya pembinaan karakter dan menumbuhkan karakter-karakter
yang baik merupakan salah satu aspek
dalam pembentukan softskill itu sendiri. Namun dimasa pandemi seperti sekarang
ini berdasarkan hasil wawancara dari beberapa guru diketahui bahwa sulit untuk
mengetahui perkembangan dari pembinaan karakter itu sendiri, karena
keterbatasan jarak dan lingkup sehingga menyulitkan guru untuk melihat langsung
pengembangan dari karakter siswa. Lalu, bagaimanakah cara untuk dapat mengatasi
ini semua sehingga dalam pembelajaran guru tetap bisa menanamkan budaya-budaya
positif?
Langkah
awal menuju kelas impian
Kelas
impian adalah sebuah kelas yang didalamnya berisikan semua hal yang kita
impikan mulai dari suasana kelasnya, kondisi kelasnya, teman-teman didalamnya
begitu pun dengan guru-guru impian didalamnya. Dengan terciptanya kelas impian
itu semua bisa menjadi salah satu jalan untuk mencapai tujuan belajar itu
sendiri. Tujuan belajar yang baik akan mencakup berbagai aspek didalamnya tidak
hanya kecakapan dalam keilmuan, namun kecakapan dalam nilai-nilai kehidupan
termasuk menanamkan budaya-budaya positif.
Salah
satu langkah awal dalam menuju kelas impian yaitu dengan membuat kesepakatan
kelas. Kesepakatan kelas adalah suatu kegiatan yang dilakukan guru dan murid diawal
pembelajaran yang bertujuan untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang diperlukan
demi menciptakan kelas impian dan menyepakati secara bersama-sama tanpa paksaan
sehingga dalam penerapannya siswa dan guru akan melaksanakannya dengan hati
yang senang dan bahagia. Sehingga semuanya dapat dijalankna dengan baik secara
alamiah.
Langkah-langkah
yang dilakukan dalam menyusun kesepakatan kelas, antara lain:
v Membuat perjanjian tatap maya dengan siswa dijam pelajaran yang diampu.
v Melakukan kegiatan pembuka atau pendahuluan seperti salam, membaca doa, mengecek kehadiran, pemberian motivasi belajar diawal pertemuan.
v Pemberian motivasi belajar diawal ini disisipkan
tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai kedepannya dan mengaitkannya
dengan merdeka belajar.
v Mengenalkan dan menjelaskan profil belajar pancasila,
dengan cara meminta anak untuk menyimak informasi dari video yang dibagikan
melalui link berikut : https://youtu.be/8YM4oUYPQCs
v Mengaitkan profil pelajar pancasila dengan proses
pembelajaran yang telah dilakukan, yaitu meminta siswa untuk memberikan
refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan selama setahun kemarin. Pertama
siswa diminta untuk mengungkapkan apa yang sudah baik dan perlu dilanjutkan di
pembelajaran pada jenjang kemarin?, setelah itu siswa diminta untuk memberikan
pendapat tentang apa-apa saja yang perlu diperbaiki dan kurang pada proses
pembelajaran setahun kemarin? Setelah mengungkapkan pendapatnya siswa diajak
untuk membuat kesepakatan kelas bersama demi tercapainya proses pembelajaran
yang lebih baik.
v Memberikan siswa beberapa pertanyaan pemancinng untuk
mencapai kesepakatan kelas, pertanyaannya antara lain yaitu: seperti apa kelas
impianmu, kondisi kelas impian, teman-teman kelas impian, dan juga guru impianmu.
v Pertanyaan itu dimuat dalam jamboard, yang dapat diisi oleh siswa. Bagi siswa-siwa yang tidak dapat mengakses jamboard meraka dapat menulisnya dalam kolom pesan googlemeet, dan nanti guru yang membantu memindahkannya dalam jamboard. Berikut adalah beberapa fotonya
v Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan pemancing siswa
dibimbing untuk membuat kesepakatan kelas yang akan dilaksanakan bersama-sama
tanpa paksaan.
v Berikut adalah hasil kesepakatan kelas yang telah dibuat dan disepakati
v Setelah itu membacakan lagi kesepakatan kelas yang
telah dibuat. Untuk benar-benar diresapi dan dipahami.
v Di akhir pembelajaran guru menyampaikan fungsi dan
kegunaan kesepakatan kelas sebagai bagian ikhtiar bersama untuk mencapai kelas
impian. Dan memberi motivasi serta semangat awal agar guru dan siswa bisa
melaksanakan kepepakatan itu dengan baik.
v Mengucapkan terimakasih, dan mengingatkan siswa agar
terus menjaga kesehatan serta menyampaikan materi yang akan dibahas dipekan
selanjutnya.
v Selesai
PEMBELAJARAN
YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN
Tantangan:
§ Memancing siswa untuk dapat memberikan pendapat serta
mau menjawab pertanyaan-pertanyaan pemancing untuk mencapai kelas impian
§ Kendala jaringan pada anak, sehingga ada beberapa anak
yang masuk terlambat
§ Menyamakan tujuan dan persepsi untuk membuat
kesepakatan kelas.
Ketercapaian:
Ø Semua murid dapat ikut dalam kegiatan diawal
pembelajaran ini yaitu membuat kesepakatan kelas, walau ada yang terlambat
karena masalah jaringan.
Ø Semua murid sepakat dan senang atas kesepakatan yang
disepakati. Karena menurut mereka itulah yang menjadi kunci terciptanya proses
pembelajaran yang menyenangkan dan adil bagi semua.
Ø Murid dapat bersikap kooperatif, aktif dan menerima
dengan lapang dada semua yang menjadi masukan dan kesepakatan kelas.
Ø Semua peserta meet mendapatkan pelajaran berharga
yaitu bersikap menerima masukan orang lain, dan belajar menyamakan tujuan.
Kegagalan:
Masih
ada murid yang merasa tak terima karena pendapatnya disempurnakan dengan
kalimat yanng lebih baik oleh temannya. Tetapi setelah menerima nasehat,
pengarahan dan dengan pendekatan yang baik siswa tersebut dapat menerimanya.
Rencana
perbaikan untuk pelaksanaan di masa mendatang
Rencana
perbaikan yang akan dilakukan mengingat beragam keterbatasan yang, ada maka :
ü Membuat dan mengambil lebih banyak dokumentasi dalam
pertemauan seperti ini.
ü Mencari strategi terlebih dahulu untuk dapat meancing
siswa dapat terlibat aktif dalam pemberian pendapat. Sehingga semakin banyak
pendapat semakin banyak pilihan kesepakatan.






